google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Musik dari Barang Bekas, Semangat Persatuan Bergema di Festival Kemerdekaan Sentul City

Nelly Sipayung
2 Sep 2026 12:29
3 menit membaca

Anak-anak dan remaja yang terlibat tampil mengenakan beragam pakaian adat. Perbedaan budaya, karakter gerakan dan musik tidak menjadi batas, melainkan menyatu dalam satu irama.

“Kita berbeda-beda, tapi kita mendoakan bangsa ini. Katakan yang positif untuk bangsa ini,” kata Marisa.

Pesan persatuan itu terasa semakin kuat ketika rangkaian tarian Nusantara dipadukan dengan lagu “Kita Indonesia”. Perbedaan identitas budaya seolah menemukan ruangnya dalam satu panggung, menghasilkan harmoni yang menjadi gambaran Indonesia.

Sementara itu, Department Head Billing & Collection PT SGC Township Management Sentul City, Chyntia, mengatakan keterlibatan generasi muda dalam Festival Kemerdekaan sengaja didorong sebagai bagian dari upaya menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan dan memperkuat hubungan antarwarga.

Menurutnya, seni dan budaya dapat menjadi bahasa bersama bagi masyarakat dengan berbagai latar belakang.

“Seni budaya menjadi bahasa bersama yang memadukan berbagai latar belakang warga di Sentul City. Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun rasa memiliki, kepedulian terhadap lingkungan, mencintai berbagai budaya daerah Indonesia, serta menumbuhkan komunitas yang solid,” ujar Chyntia.

Penggunaan alat musik dari barang bekas juga menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan. Kreativitas generasi muda dipadukan dengan kepedulian terhadap lingkungan, membuktikan bahwa benda sederhana pun dapat memiliki nilai baru ketika diberi ruang untuk berkreasi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x