google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Dedie juga mendorong para penerima manfaat agar tidak berhenti setelah mendapatkan ijazah dan pekerjaan. Jika kondisi ekonomi sudah membaik, mereka diminta menyisihkan penghasilan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kalau sudah ditebus ijazahnya, sudah bekerja, jangan lupa nabung. Habis itu, lanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya kalau ada rezekinya,” tuturnya.
Ia menilai pendidikan menjadi salah satu jalan penting untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Dengan pendidikan yang lebih baik, peluang mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik juga semakin terbuka.
“Kenapa? Karena dari pendidikan itulah kita merubah nasib keluarga. Kalau keluarga kita masih prasejahtera, insya Allah kalau melalui proses pendidikan yang baik, kemudian nanti mendapatkan pekerjaan yang baik juga, pendapatannya akan meningkat,” jelas Dedie.
Dedie berharap jumlah warga yang membutuhkan bantuan penebusan ijazah dapat terus berkurang setiap tahun. Penurunan penerima manfaat dinilai menjadi indikator bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
“Kita mah kalau bisa semakin menurun, karena tingkat kesejahteraan masyarakat semakin tinggi. Jadi yang dibantu-dibantu teh enggak terlalu banyak,” katanya.
Dedie menyebut, pada tahun ini terdapat 988 penerima manfaat. Sementara penyerahan yang dilakukan pada kegiatan tersebut hanya bersifat simbolis kepada 118 orang.


Tidak ada komentar