google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Yang sekarang hari ini kan perwakilan saja, seremonial 118, dari 988,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil menilai program penebusan ijazah masih diperlukan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
Meski demikian, ia sependapat dengan harapan agar jumlah penerima bantuan dapat terus menurun seiring meningkatnya kesejahteraan warga.
“Tentu keberadaan program ini tetap diperlukan. Walaupun tadi disampaikan Pak Wali, kita berharap tiap tahun jumlahnya bisa menurun karena kita berharap kesejahteraan masyarakat meningkat,” kata Adityawarman.
Menurutnya, ijazah yang telah diterima bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi dapat menjadi modal penting bagi penerima untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
“Tadi harapan-harapan kami sampaikan bahwa dengan ijazah ini terbuka peluang, baik itu tadi peluang mencari kerja dan menguatkan ekonomi keluarga sehingga ekonomi lokal Kota Bogor juga jadi kuat,” ujarnya.
Selain membuka akses terhadap lapangan pekerjaan, Adityawarman berharap penerima bantuan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.


Tidak ada komentar