Polisi Gagalkan Peredaran Obat Keras di Kota Bogor, 68 Tersangka Diamankan

Muhammad Ibad Ibrahim
29 Jul 2026 08:58
News 0 63
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Polresta Bogor Kota berhasil menggagalkan peredaran ratusan ribu butir obat keras tertentu (OKT) ilegal yang diduga akan dipasarkan di wilayah Kota Bogor. Dalam kurun waktu 1 Mei hingga 29 Juli 2026, Satresnarkoba mengungkap 61 kasus dengan total 68 tersangka yang telah diproses hukum.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita 212.782 butir OKT ilegal yang terdiri dari berbagai jenis obat keras yang diduga akan diedarkan kepada masyarakat, terutama kalangan remaja.

Wakapolresta Bogor Kota AKBP Arie Trestiawan mengatakan, pengungkapan terbesar terjadi pada Juli 2026 setelah petugas membongkar dua lokasi penyimpanan obat keras di kawasan Cimahpar, Bogor Utara, dan Bogor Barat.

“Pertama di wilayah Cimahpar dengan barang bukti sekitar 112.000 butir, dan terbaru di wilayah Bogor Barat sebanyak 51.255 butir,” ujar Arie dalam konferensi pers, Rabu (29/7/2026).

Dari hasil penyelidikan, seluruh obat keras tersebut diketahui dikirim dari Jakarta melalui jasa ekspedisi. Agar tidak terdeteksi, paket disamarkan sebagai kiriman onderdil kendaraan maupun barang kelontong sebelum akhirnya disimpan di rumah para tersangka.

“Setibanya di Bogor, obat-obatan ini distok dan disimpan di dalam rumah tersangka, ada yang ditaruh di lemari maupun masih tersimpan di dus karton,” katanya.

Menurut Arie, obat-obatan tersebut rencananya diedarkan melalui toko kelontong, warung, hingga penjualan secara daring. Jenis yang dipasarkan meliputi Tramadol, Hexymer, dan psikotropika dengan harga antara Rp20.000 hingga Rp60.000 per paket.

Ia menilai penyitaan ratusan ribu butir obat keras itu telah mencegah dampak yang lebih luas terhadap keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Penyalahgunaan obat keras dan miras kerap menjadi pemicu utama aksi kejahatan jalanan. Jika 200 ribu butir ini lolos, tentu akan memakan banyak korban dari generasi muda,” tegasnya.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Bogor Kota Kompol Ali Jupri menambahkan, penyidik telah mengamankan dua tersangka utama berinisial R dan E. Keduanya diduga menjadi pemasok sekaligus pengedar obat keras ilegal selama sekitar tujuh bulan.

Polisi juga masih mendalami keterlibatan sejumlah pemilik toko yang diduga menerima pasokan dari kedua tersangka.

Selain OKT ilegal, Satresnarkoba Polresta Bogor Kota turut menyita barang bukti narkotika lainnya berupa 328,82 gram ganja, 252,75 gram sabu, 1.276,59 gram tembakau sintetis, 198 gram biang sintetis, serta 870 butir psikotropika.

Polresta Bogor Kota menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkoba dan obat keras ilegal serta mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak sekali-kali mencoba atau bermain-main dengan hukum. Barang siapa yang terlibat, baik pemakai ataupun pengedar, akan kami tindak sesuai undang-undang,” pungkasnya.

x
x