Polsek Gunungputri, Kabupaten Bogor, menangkap seorang pria berinisial S yang diduga melakukan pencurian sepeda motor dan sejumlah barang berharga milik warga di Desa Nagrak. Peristiwa itu terjadi pada 19 Agustus 2026, berawal saat pelaku datang ke rumah korban berinisial F dan meminta izin untuk menginap, dengan alasan bahwa ia merupakan teman dari suami korban.
Menurut keterangan Kapolsek Gunung Putri, Kompol Hillal Adi Imawan, pada Kamis 20 Agustus 2026 sekitar pukul 07.00 WIB pelaku memanfaatkan momen ketika korban dan suaminya tertidur. Pelaku kemudian masuk ke kamar dan mengambil kunci motor yang disimpan di dalam ruangan.
Dalam kasus ini, kunci utama modus pelaku terletak pada akses yang ia peroleh dari hubungan perkenalan dengan keluarga korban. Permintaan izin untuk menginap membuat pelaku berada di lingkungan rumah tanpa menimbulkan kecurigaan. Ketika situasi keluarga sedang lengah, pelaku bergerak cepat untuk mengambil barang yang dibutuhkan, termasuk kunci kendaraan.
Setelah kunci motor berhasil didapat, pelaku diduga menggasak berbagai barang bernilai. Selain sepeda motor, pelaku juga mengambil dua unit telepon seluler, satu jam tangan, serta satu unit power bank, lalu memasukkan semuanya ke bagasi sepeda motor milik korban sebelum kabur.
Barang hasil curian dijual di dua lokasi berbeda
Polisi kemudian mengungkap bahwa pelaku sempat menjual hasil curiannya di dua wilayah berbeda. Jam tangan milik korban dilaporkan dijual di Karanggan, Bekasi, dengan harga sekitar Rp350 ribu. Sementara itu, sepeda motor milik korban dijual di Balaraja, Tangerang, dengan nilai sekitar Rp6,55 juta.
Pola penjualan di beberapa lokasi memperlihatkan upaya pelaku untuk mengalihkan jejak. Namun, dari proses penyelidikan, polisi mampu melacak keterkaitan barang yang dijual dengan kasus yang terjadi di Desa Nagrak, sehingga pelaku akhirnya diamankan.
Uang hasil penjualan dipakai untuk kebutuhan dan judi online
Kapolsek menjelaskan bahwa uang yang diperoleh dari penjualan barang curian tidak seluruhnya digunakan untuk kebutuhan langsung. Sebagian uang dilaporkan digunakan untuk membeli pakaian sekitar Rp1,5 juta, sedangkan sisanya diakui dipakai untuk judi online.
Pengakuan terkait penggunaan dana ini penting karena memberi gambaran tentang motif ekonomi sekaligus faktor lain yang mendorong pelaku memanfaatkan hasil kejahatan. Dalam banyak kasus pencurian, penggunaan uang untuk aktivitas berisiko seperti judi online kerap menjadi indikator bahwa pelaku ingin memperoleh manfaat cepat dan berulang, bukan sekadar memenuhi kebutuhan sesaat.
Motor dan pelaku diamankan untuk proses hukum
Saat ini, sepeda motor hasil pencurian telah diamankan di Polsek Gunungputri untuk menjadi barang bukti dalam proses penegakan hukum. Pelaku juga telah ditahan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 476 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun. Dengan adanya penangkapan ini, polisi berharap masyarakat semakin waspada terhadap tawaran izin yang datang dari lingkungan terdekat, terutama ketika akses ke rumah diberikan tanpa verifikasi yang memadai.