google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Peredaran merkuri ilegal hampir 1 ton di Bogor dan Sukabumi ditangani polisi

Abdul Halim
3 Sep 2026 14:19
3 menit membaca

Wikha menekankan bahwa merkuri yang dikirim ke wilayah Bogor kemudian didistribusikan untuk kebutuhan pertambangan emas ilegal maupun pengolahan emas ilegal. Peran merkuri dalam proses tersebut membuat dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada aspek pelanggaran hukum, tetapi juga pada risiko kesehatan dan lingkungan.

Didistribusikan untuk pertambangan dan pengolahan emas ilegal

Lebih lanjut, AKBP Wikha menyampaikan bahwa merkuri digunakan sebagai bahan yang cukup penting oleh penambang emas ilegal dan pengolahan emas ilegal. Dengan kata lain, keberadaan merkuri menjadi “bahan baku” yang memungkinkan aktivitas ilegal tersebut berlangsung, sehingga penindakan terhadap pemasok dapat memutus mata rantai.

Peredaran yang terungkap juga memperlihatkan pola distribusi yang tidak berhenti pada satu titik. Polisi menduga pelaku menyalurkan merkuri ke beberapa wilayah, yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas yang serupa di lokasi lain.

Jaringan tidak hanya di Bogor, sampai Sukabumi dan Depok

Selain Kabupaten Bogor, para pelaku disebut juga mendistribusikan merkuri ke wilayah lain, termasuk Depok dan Sukabumi. Ini memberi gambaran bahwa jaringan memiliki jangkauan lintas wilayah, sehingga pengawasan tidak bisa hanya dilakukan pada level kabupaten.

Wikha menyatakan, sejak 2023 jaringan tersebut telah melakukan pengiriman sebanyak tiga kali ke wilayah Bogor. Pola berulang seperti ini biasanya menunjukkan adanya rutinitas distribusi dan kemungkinan keterlibatan pihak-pihak lain dalam rantai pasokan, baik sebagai pengirim, perantara, maupun pihak yang menampung barang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x