google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html
Perwali Angkot 20 Tahun Diprotes, DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Siapkan Solusi untuk Pengemudi“Mereka ada keinginan agar ketika reduksi berjalan, pengemudi itu tidak bisa narik angkot, dicarikan solusinya seperti apa. Agar Pemkot Bogor tidak hanya memberlakukan secara tegas pemberhentian angkot itu, tetapi juga memberikan solusi agar teman-teman pengemudi angkot bisa tetap bekerja,” tuturnya.
Salah satu usulan yang disampaikan pengusaha dan pengemudi adalah agar Pemkot Bogor membantu mencarikan solusi terhadap angkot tua yang terkena reduksi.
Kendaraan tersebut, kata Abdul Rosyid, bisa saja dibeli pemerintah dengan harga yang layak atau dicarikan pembeli sehingga pemilik angkot memiliki modal untuk beralih usaha maupun melakukan peremajaan kendaraan.
“Usulan solusinya kata mereka, kalau memang angkot tua itu bisa dijual, bisa enggak Pemerintah Kota Bogor membeli angkot tersebut dengan harga yang layak, atau mungkin dicarikan pembeli yang memang bisa dijadikan sebagai pengganti usaha ke depan atau peremajaan lagi. Itu yang mereka usulkan,” ucapnya.
Untuk mencari jalan tengah, DPRD Kota Bogor berencana kembali mempertemukan pihak pengusaha dan pengemudi angkot dengan Pemkot Bogor, termasuk Dinas Perhubungan.
Abdul Rosyid menilai penyelesaian persoalan transportasi membutuhkan proses dialog yang tidak cukup dilakukan hanya satu kali pertemuan.
Ia mencontohkan penataan angkutan umum di Jakarta yang membutuhkan serangkaian pertemuan antara pemerintah dan pengusaha angkutan hingga akhirnya ditemukan skema yang dapat diterima berbagai pihak.
“Di Kota Bogor pun sama harus seperti itu. Maka di pertemuan selanjutnya kami mengundang juga Dishub Kota Bogor. Kalau Dishub punya kebijakan seperti ini, permintaan pengusaha dan pengemudi angkot seperti ini, bagaimana jalan tengahnya,” pungkasnya.


Tidak ada komentar