google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html
Perwali Angkot 20 Tahun Diprotes, DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Siapkan Solusi untuk PengemudiBahkan, menurut Rosyid, kondisi tersebut turut dirasakan oleh para pengusaha dan pengemudi angkot. Jumlah kendaraan yang terlalu banyak membuat penumpang terbagi sehingga berdampak terhadap pendapatan pengemudi.
“Persoalan reduksi memang tentunya harus jalan karena memang di Kota Bogor sudah terlalu banyak angkot. Menurut teman-teman angkot pun mereka merasakan sendiri ketika terlalu banyak angkot, penumpang yang ada jadi sedikit, penghasilan juga berkurang. Bahkan ada yang mengatakan sehari hanya mendapat Rp70 ribu,” jelasnya.
Namun, DPRD mendorong agar proses reduksi tidak dilakukan secara mendadak. Pemkot Bogor diminta membuat pengelompokan atau tahapan bagi angkot yang telah berusia lebih dari 20 tahun tetapi masih dinilai layak beroperasi.
“Kalaupun angkot ada yang lebih dari 20 tahun selama itu masih bisa tetap jalan, mungkin dikasih tenggat waktu, mau enam bulan ataupun satu tahun,” katanya.
Ia mengatakan, sebagian pengusaha angkot mengaku sudah terkena proses reduksi. Bahkan, terdapat kendaraan yang bangkunya telah dilepas dan nomor angkotnya dicoret menggunakan cat.
“Dari mereka tadi itu sudah ada yang kena reduksi, bahkan sudah ada yang dicopot bangkunya, bahkan nomor angkotnya sudah dipilox silang. Dari situlah mungkin mereka merasa kurang nyaman dan menurut mereka Pemkot terlalu terburu-buru untuk memberlakukan itu,” ungkapnya.
Selain persoalan kendaraan, DPRD juga menyoroti nasib pengemudi yang kehilangan mata pencaharian apabila angkot yang selama ini dikemudikannya tidak lagi diperbolehkan beroperasi.
Abdul Rosyid mengatakan pemerintah tidak cukup hanya menerapkan penghentian operasional angkot, tetapi juga harus menyiapkan solusi bagi para pengemudi.


Tidak ada komentar