google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Polisi juga menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Artinya, persoalan bukan pada ada atau tidaknya aksi, melainkan pada bagaimana aksi tersebut dijalankan. Kerangka ini penting karena demonstrasi dalam praktiknya selalu beririsan dengan kepentingan publik lain, mulai dari warga yang bekerja, pengguna jalan, hingga pelaku usaha di sekitar area.
Karena itu, aparat mendorong agar peserta dan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar menjelang hari pelaksanaan. Dalam situasi yang rawan misinformasi, emosi massa dapat cepat naik hanya karena dorongan yang belum tentu benar. Di sinilah peran literasi informasi menjadi krusial, bukan sekadar imbauan keamanan semata.
Keberhasilan aksi, menurut cara pandang ini, tidak semata-mata diukur dari besarnya jumlah massa yang hadir. Yang tak kalah penting adalah dampaknya terhadap ruang publik di sekitarnya. Senayan merupakan kawasan dengan arus kegiatan yang padat, sehingga setiap eskalasi yang tidak terkelola berpotensi menimbulkan kemacetan panjang dan mengganggu aktivitas warga yang tidak terlibat langsung.
Karena itu, polisi juga mengingatkan potensi kepadatan lalu lintas di area sekitar pusat kegiatan pada Kamis nanti. Pengendara disarankan menyiapkan rute alternatif, agar pergerakan tetap berjalan dan tidak semua aktivitas terhenti hanya karena konsentrasi massa di satu titik.


Tidak ada komentar