google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Potensi gagal panen karena kemarau, Pemkab Bogor siapkan pangan murah dan pupuk

Abdul Halim
26 Agu 2026 14:08
Ekonomi 0 26
3 menit membaca

Gerakan Pangan Murah untuk menjaga ketersediaan dan harga

Salah satu program yang disiapkan adalah Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini diarahkan untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Ketika produksi pertanian berpotensi terganggu, stabilitas harga menjadi perhatian karena lonjakan harga pangan dapat membebani rumah tangga, terutama kelompok masyarakat dengan daya beli terbatas.

Dalam kerangka tersebut, GPM juga berfungsi sebagai instrumen pemerintah daerah untuk menahan gejolak harga. Dengan adanya mekanisme penjualan pangan yang lebih terjangkau, masyarakat diharapkan tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan meskipun panen berpotensi menurun akibat kemarau.

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade saat mengunjungi Distanhorbun pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Pupuk murah untuk menekan biaya produksi petani

Selain dukungan pangan, Pemkab Bogor juga menyiapkan penyediaan pupuk dengan harga terjangkau. Kebijakan ini ditujukan untuk membantu petani mempertahankan keberlanjutan usaha tani. Ketika hasil panen menurun, beban biaya produksi sering kali menjadi persoalan yang memperberat kondisi petani, sehingga subsidi atau penawaran pupuk murah diharapkan dapat meringankan biaya dan menjaga kelangsungan produksi.

Fokus bantuan pupuk juga berkaitan dengan kebutuhan pemulihan usaha tani. Petani yang terdampak kemarau biasanya memerlukan dukungan agar proses budidaya berikutnya tetap berjalan dan tidak semakin merosot. Karena itu, penyediaan pupuk murah menjadi langkah yang bersifat preventif sekaligus responsif.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x