google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Proses pemutakhiran sasaran dilakukan melalui kerja sama BGN dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperoleh data satuan pendidikan yang lebih akurat dan menyeluruh, karena cakupan program MBG mencakup beragam jenis sekolah dan lembaga pendidikan.
Mas Dar menyebut proses pendataan mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan. Dari jumlah tersebut, BGN memetakan sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, hingga berbagai satuan pendidikan keagamaan lainnya yang masuk dalam wilayah layanan program.
Setelah pemutakhiran data, BGN mencatat lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya. Artinya, masih ada sekitar 240.000 satuan pendidikan yang belum menerima layanan MBG dan akan masuk dalam rencana perluasan bertahap.
Perbedaan jumlah terlayani dan yang menunggu ini menunjukkan bahwa program tidak berhenti pada angka awal, melainkan mengikuti hasil verifikasi data. Bagi BGN, penguatan basis data menjadi kunci agar penyaluran berjalan sesuai prioritas dan menghindari tumpang tindih penerima.


Tidak ada komentar