google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Perubahan jabatan dari Wakil Menteri Keuangan ke Menteri Keuangan membawa konsekuensi yang berbeda. Suahasil kini berhadapan langsung dengan rangkaian persoalan besar, mulai dari penerimaan negara, belanja pemerintah, pembiayaan, utang, hingga perpajakan dan kepabeanan, termasuk menjaga kredibilitas APBN.
Tekanan itu makin nyata karena pemerintah menjalankan program-program prioritas yang membutuhkan dukungan fiskal. Di saat yang sama, ruang fiskal harus tetap dijaga agar APBN tidak kehilangan daya tahan ketika menghadapi tekanan ekonomi global.
Pengalaman Suahasil di bidang kebijakan fiskal menjadi modal penting. Namun, rekam jejak panjang juga akan memunculkan ekspektasi publik: apakah pendekatan yang selama ini ia bangun saat menjadi pengarah kebijakan mampu diterjemahkan menjadi keputusan yang konkret setelah ia memegang kendali penuh atas Kementerian Keuangan.
Pergantian dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil turut menimbulkan pertanyaan soal kelanjutan arah kebijakan, terutama di sektor pajak dan bea cukai. Purbaya dikenal cukup vokal mendorong peningkatan penerimaan negara serta pembenahan administrasi perpajakan dan reformasi Bea Cukai.
Selama menjabat, Purbaya juga pernah menyampaikan rencana pembenahan besar terhadap Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menyatakan pergantian tersebut secara langsung terkait perubahan kebijakan pajak atau reformasi bea cukai.
Karena itu, terlalu dini untuk memastikan apakah Suahasil akan meneruskan seluruh pendekatan yang sudah berjalan, atau membawa gaya kebijakan yang berbeda. Yang bisa dicermati, ia tidak datang dari luar sistem, melainkan membawa pengalaman panjang dari akademisi, memimpin BKF, menjadi Wakil Menteri Keuangan, hingga akhirnya dipercaya menjadi Menteri Keuangan.
Dengan penunjukan ini, Suahasil menghadapi tantangan yang lebih luas: menjaga kredibilitas APBN, mengawal RAPBN 2027, memastikan penerimaan negara tetap kuat, serta menentukan arah kebijakan fiskal setelah pergantian dari Purbaya.


Tidak ada komentar