google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Inovasi utama TPS 3R ini terletak pada kemampuannya mengolah sampah plastik bernilai rendah yang biasanya sulit didaur ulang. Kuncinya ada pada sinergi. Dari hulu, kami terus mengedukasi masyarakat agar melakukan pemilahan dari tingkat rumah tangga sehingga saat sampah keluar, sudah terpisah antara organik dan anorganik,” kata Muhammad Nur, Kamis (23/7/2026).
Ia mengungkapkan, produksi sampah di Kelurahan Mekarwangi diperkirakan mencapai 31 ton per hari. Namun, kemampuan pengangkutan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor masih berada di kisaran 50 persen dari total timbulan sampah tersebut.
Menurutnya, kondisi itu mendorong pihak kelurahan untuk memperkuat kapasitas TPS 3R serta mengembangkan bank sampah agar sampah yang tidak terangkut tetap dapat dikelola secara optimal.


Tidak ada komentar