google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Viral Video Air Laut Surut Dikaitkan dengan Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Beri Penjelasan

Admin
13 Sep 2026 10:59
2 menit membaca

Surut laut yang bagaimana yang biasanya menjadi tanda akan datangnya tsunami, ia mengatakan surut laut berlangsung dengan sangat cepat, artinya surut dengan sangat cepat dan jauh lebih jauh daripada surut normal (surut pasang surut).

“Apakah pernah memicu terjadinya tsunami? Pernah. Yang terakhir tentu kita masih ingat pada tahun 2018, Desember 2018, erupsi Gunung Anak Krakatau memicu tsunami yang menyapu pantai barat Banten dan juga Kalianda, Lampung,” katanya.

Sebelumnya, tsunami yang paling besar yang pernah terjadi akibat letusan Gunung Anak Krakatau adalah pada tahun 1883. Saat itu namanya adalah Gunung Krakatau. Erupsi pada tanggal 26 Agustus 1883 memicu terjadinya tsunami di Teluk Betung setinggi 22 meter, di pantai barat Banten (sekitar Carita dan Anyer) sekitar 15 meter, bahkan di Tanjung Priok, Jakarta tercatat adanya kenaikan air sekitar 1,8 meter. Previously juga Krakatau Purba tahun 416 juga pernah meletus dan menyebabkan tsunami.

” Namun, sejak tahun 2018 hingga sekarang, Badan Geologi tidak menemukan adanya indikasi bahwa Gunung Anak Krakatau akan meletus besar sehingga merobohkan sebagian tubuhnya dan memicu terjadinya tsunami,” katannya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x