google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Bogor selama ini dikenal sebagai Kota Hujan dengan udara yang relatif sejuk. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Bogor mulai merasakan perubahan yang cukup signifikan.
Suhu udara pada siang hari terasa lebih terik, bahkan mencapai kisaran 32–34 derajat Celsius, sementara hujan turun lebih jarang dibandingkan biasanya. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah cuaca panas yang terjadi di Bogor masih tergolong normal atau menjadi pertanda perubahan iklim yang semakin nyata?
Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Dr Givo Alsepan menjelaskan bahwa peningkatan suhu udara di Bogor merupakan hasil kombinasi berbagai faktor, mulai dari fenomena iklim global, pemanasan global, hingga perubahan tutupan lahan akibat pesatnya urbanisasi.
“Secara klimatologis, suhu udara rata-rata di wilayah Bogor berkisar antara 25,5 hingga 27 derajat Celsius. Namun, dalam periode tertentu kondisi tersebut dapat berubah akibat pengaruh fenomena iklim global, terutama El Nino-Southern Oscillation (ENSO),” ujarnya.


Tidak ada komentar