google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Bogor, Pemkab Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda

Abdul Halim
26 Agu 2026 15:00
Peristiwa 0 13
4 menit membaca

Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Kabupaten Bogor digelar di Alun-Alun Cibinong pada Rabu, 26 Agustus 2026. Acara ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen bersama Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman, disiplin, tangguh, dan cinta tanah air di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor, Agus Ridallah, mewakili Bupati Rudy Susmanto, menyampaikan apresiasi atas perjalanan 65 tahun Gerakan Pramuka dalam melahirkan kader yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki nilai hidup yang kuat. Ia menekankan bahwa nilai Tri Satya dan Dasa Darma dinilai efektif membentuk pribadi yang mampu beradaptasi sekaligus menghadapi perubahan sosial dan teknologi.

Hari Pramuka ke-65, Pemkab Bogor Ingatkan Generasi Muda Jangan Cuma Jadi Pengguna Teknologi

Nilai Tri Satya dan Dasa Darma sebagai fondasi pembentukan karakter

Agus menyebutkan bahwa dari rahim Gerakan Pramuka, lahir beragam figur, mulai dari pemimpin, pendidik, hingga ilmuwan dan wirausahawan yang mengabdikan karya untuk NKRI. Baginya, yang paling menonjol bukan sekadar pencapaian, melainkan keteladanan dan karakter yang terbentuk melalui proses pembinaan yang konsisten.

Dalam konteks generasi muda saat ini, pembentukan karakter menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Perubahan cara berinteraksi, pola belajar, hingga arus informasi yang cepat membuat remaja dan anak muda rentan menghadapi tantangan baru. Karena itu, Gerakan Pramuka diharapkan berperan sebagai ruang pendidikan nonformal yang menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab, bukan hanya kegiatan seremonial.

Pramuka diminta sejalan dengan kemajuan teknologi, bukan menyingkirkannya

Agus menilai tantangan generasi muda semakin rumit seiring pesatnya perkembangan teknologi. Namun, ia mengingatkan agar kemampuan memanfaatkan teknologi berjalan beriringan dengan penguatan karakter. Teknologi dapat mempermudah akses pengetahuan dan membuka peluang berkarya, tetapi tanpa fondasi moral dan kedisiplinan, pemanfaatannya berpotensi tidak terarah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x