google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

INFOPANTULAN.COM – Kabupaten Bogor kembali menghadirkan program edukasi ramah anak melalui kegiatan Mendengar Mendongeng di Taman Siliwangi, Kecamatan Cibinong. Program ini digagas DP3AP2KB Kabupaten Bogor dan menjadi ruang bagi anak untuk belajar lewat cerita, sekaligus bermain, berimajinasi, berekspresi, serta berinteraksi di ruang publik yang aman.
Kegiatan ini tidak hanya menekankan aspek hiburan, tetapi juga penguatan pemenuhan hak anak melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan mereka. Anak-anak diajak menikmati dongeng sambil menyerap nilai-nilai positif seperti kejujuran, keberanian, persahabatan, kepedulian, tanggung jawab, dan saling menghargai. Pada pelaksanaannya, Pemkab Bogor juga menggandeng Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Bogor agar anak tidak semata menjadi penerima manfaat, melainkan turut berpartisipasi.
Di Taman Siliwangi, kegiatan mendongeng dirancang agar proses edukasi berlangsung lebih ringan dan natural bagi anak. Cerita menjadi media yang akrab bagi dunia anak, sehingga pesan-pesan kehidupan dapat disampaikan tanpa nuansa pembelajaran formal yang kerap terasa menekan. Melalui dongeng, anak memperoleh pengalaman yang menyenangkan, sekaligus memperluas pengetahuan dan pemahaman mereka tentang nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Konsep ini selaras dengan kebutuhan anak untuk mendapatkan ruang dalam berbagai aktivitas, tidak hanya terpaku pada pemenuhan kebutuhan dasar. Anak juga membutuhkan kesempatan untuk bermain, berekspresi, dan berpartisipasi dalam lingkungan yang mendukung. Dengan model kegiatan seperti ini, ruang publik tidak berhenti sebagai tempat berkumpul, tetapi dapat bertransformasi menjadi ruang interaksi edukatif yang ramah anak.
Pelibatan Forum Anak Daerah menjadi bagian penting dalam memastikan partisipasi anak benar-benar hadir. Anak tidak hanya diberi program dari pihak penyelenggara, melainkan juga diberi ruang untuk menyampaikan gagasan dan terlibat dalam kegiatan yang relevan dengan kebutuhan serta dunia mereka. Kolaborasi seperti ini diharapkan memperkuat cara pandang bahwa anak adalah subjek yang dapat berkontribusi.


Tidak ada komentar