Kebakaran Galuga Membesar, Bupati Bogor Tutup TPA Sehari dan Siapkan Water Bombing

Nelly Sipayung
7 Sep 2026 23:18
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Kebakaran melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, hingga Selasa (8/9/2026) dini hari. Kobaran api sempat membesar dan menghasilkan kepulan asap tinggi sebelum perlahan berhasil dikendalikan petugas.

Bupati Bogor Rudy Susmanto yang meninjau langsung lokasi pada dini hari mengatakan, penanganan kebakaran saat ini difokuskan pada dua hal, yakni memastikan keselamatan warga sekitar dan memadamkan seluruh titik api agar tidak meluas.

“Yang pertama menyelamatkan masyarakat yang ada di sekitar, lalu yang kedua kita berfokus untuk memadamkan api,” kata Rudy saat berada di posko sementara UPT DLH Galuga, Selasa dini hari.

Rudy menjelaskan, titik kebakaran sebenarnya berada di area ladang atau lahan pertanian yang berbatasan dengan kawasan TPA Galuga. Meski demikian, api sempat merambat hingga terdapat sejumlah sampah yang ikut terbakar.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan langkah antisipasi dengan membuat parit pembatas antara area ladang dan kawasan pembuangan sampah.

“Di jam 12 malam tadi, api kondisinya cukup besar, terlihat asap yang membumbung cukup tinggi. Tapi alhamdulillah, karena kesigapan seluruh tim, di jam setengah 4 pagi kondisi api mulai terkendali,” ujarnya.

Meski api utama mulai terkendali, Rudy menyebut masih terdapat sejumlah titik api yang harus segera dituntaskan.

Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polres Bogor, TNI, BPBD, hingga Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor. Bahkan, kendaraan water cannon milik Polres Bogor turut dikerahkan untuk membantu menyemprot titik-titik api.

“Pak Kapolres dan jajaran sampai pagi juga ikut turun bersama-sama. Alhamdulillah api satu per satu dapat kita padamkan,” kata Rudy.

Disiapkan Water Bombing

Untuk mempercepat proses pemadaman, pemerintah juga menyiapkan dukungan operasi udara melalui metode water bombing.

Rudy mengatakan, sekitar pukul 06.00 WIB, penanganan akan dibantu TNI Angkatan Udara dengan helikopter dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) dan Grup 2 Skuadron Heli Atang Sendjaja.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses kendaraan pemadam.

Pasalnya, salah satu kendala utama pemadaman adalah kondisi medan. Titik api berada di bagian belakang kawasan TPA sehingga mobil pemadam kebakaran tidak dapat masuk secara langsung.

Petugas bahkan harus menyambung selang pemadam hingga mencapai sekitar 400-500 meter dari posisi kendaraan.

“Tekanan air juga semakin turun. Tapi karena kerja sama, kolaborasi bersama-sama, alhamdulillah api satu per satu dapat kita padamkan,” ungkapnya.

TPA Galuga Ditutup Sehari

Sebagai bagian dari upaya memperlancar proses pemadaman, Pemerintah Kabupaten Bogor memutuskan menutup pelayanan TPA Galuga selama satu hari pada Selasa (8/9/2026).

Rudy meminta Pemerintah Kota Bogor dan masyarakat memahami keputusan tersebut. Penutupan dilakukan agar akses menuju lokasi dapat digunakan secara optimal untuk mobilisasi kendaraan pemadam, distribusi air, serta pergerakan petugas.

“Untuk pelayanan TPA Galuga hari ini, tanggal 08/09/2026, kami tutup selama satu hari. Supaya seluruh akses jalan yang menuju TPA Galuga betul-betul kita optimalisasi untuk distribusi air, untuk akses tim pemadam kebakaran,” jelasnya.

Terkait luas lahan yang terbakar, Rudy mengatakan pemerintah masih melakukan penghitungan. Data tersebut akan diperoleh melalui pemantauan menggunakan drone.

Begitu pula dengan penyebab kebakaran. Hingga dini hari, pemerintah belum dapat memastikan sumber api.

“Penyebabnya belum bisa kita simpulkan. Malam hari ini kita masih berfokus kepada pemadaman api supaya tidak menjalar lebih jauh lagi,” katanya.

Rudy juga mengungkapkan, pada hari yang sama terdapat 12 lokasi kebakaran di wilayah Kabupaten Bogor. Kondisi cuaca yang minim hujan dan musim kering yang berlangsung cukup panjang disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

“Jangan membakar sampah sembarangan, jangan membuang puntung rokok sembarangan, perhatikan lingkungan kita bersama-sama. Jangan sampai hal kecil akhirnya berdampak besar dan merugikan masyarakat banyak,” pungkasnya.

x
x