google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Puisi “Sontoloyo” Fadli Zon ramai lagi, dibaca ulang soal ekonomi dan pangan

Abdul Halim
7 Sep 2026 17:10
Ekonomi 0 7
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Puisi “Sontoloyo” karya Fadli Zon kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Karya yang ditulis pada 25 Oktober 2018 itu semula muncul sebagai respons terhadap perdebatan politik nasional saat istilah “politikus sontoloyo” mengemuka, namun kini banyak pembaca menyorot bait-baitnya dengan konteks isu ekonomi, pangan, lapangan kerja, hingga kenaikan harga kebutuhan.

Dalam puisi tersebut, Fadli Zon menyinggung berbagai persoalan yang saat itu menjadi sorotan publik. Mulai dari ekonomi yang disebut tidak sesuai klaim, persoalan beras dan kebijakan impor, hingga pengangguran yang dinilai belum membaik. Perhatian kembali meningkat karena sejumlah pembaca merasa kritik dalam puisi itu terasa “nyambung” dengan kondisi yang sedang dibahas belakangan.

Asal-usul istilah “sontoloyo” dan respons lewat puisi

Istilah “sontoloyo” menjadi bagian dari percakapan politik ketika Presiden Joko Widodo menggunakan frasa tersebut untuk mengkritik pihak-pihak yang dinilai memanfaatkan isu tertentu demi kepentingan politik. Di momen itu, Fadli Zon merespons dengan menulis puisi, bukan sekadar mengulang istilahnya, melainkan mengarahkan kritik pada situasi yang ia nilai bermasalah pada periode tersebut.

Menurut naskah puisi yang beredar, Fadli memasukkan sejumlah tema yang saling terkait: kondisi ekonomi, persoalan pangan, hingga dampaknya pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan pilihan kata yang tajam, puisinya bekerja seperti rangkaian sindiran yang menautkan narasi politik dengan realitas sosial-ekonomi yang dirasakan publik.

Bait ekonomi, beras, hingga pengangguran yang kembali disorot

Salah satu bagian yang paling sering dikutip adalah bait tentang ekonomi. Fadli menulis, “kau bilang ekonomi meroket, padahal nyungsep meleset, sontoloyo!” Bait ini kemudian dipahami ulang oleh sebagian pembaca sebagai kritik terhadap kesenjangan antara klaim perbaikan dan kondisi yang lebih sulit di lapangan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x