google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Puisi “Sontoloyo” Fadli Zon ramai lagi, dibaca ulang soal ekonomi dan pangan

Abdul Halim
7 Sep 2026 17:10
Ekonomi 0 9
4 menit membaca

Karya itu sendiri tetap lahir dalam konteks politik 2018. Karena itu, menghubungkan setiap bait dengan isu yang sedang terjadi lebih tepat dipahami sebagai pembacaan baru yang muncul dari kebutuhan publik saat ini. Puisi yang kuat sering kali memang memiliki ruang tafsir, sehingga kalimat yang ditulis pada satu periode bisa kembali relevan ketika problem serupa muncul lagi.

Respons politik saat pertama kali muncul

Sejak awal kemunculannya, “Sontoloyo” tidak berdiri tanpa reaksi. Puisi itu mendapat tanggapan dari kalangan politik, termasuk kritik yang menilai Fadli lebih cocok menjadi seniman dibandingkan politisi. Ada pula respons dari kubu politik lain yang menautkan kritik dalam puisi dengan situasi politik yang sedang ramai kala itu, termasuk dinamika kontroversi yang ikut mewarnai ruang publik.

Fakta bahwa puisi ini sejak awal terkait dengan perdebatan politik membuatnya tetap menjadi bahan diskusi. Ketika publik kini menyorot isu ekonomi dan kebijakan, perdebatan yang dulu muncul di ranah politik justru bergeser menjadi perdebatan mengenai dampak nyata pada kehidupan warga.

Kenapa “Sontoloyo” terus dibagikan?

Puisi “Sontoloyo” bertahan dalam perbincangan karena bahasanya ringkas, sindirannya langsung, dan pokok masalahnya dekat dengan pengalaman sosial. Isu ekonomi, harga kebutuhan, lapangan pekerjaan, serta kebijakan pemerintah adalah tema yang berulang dalam diskusi publik, sehingga bait-bait puisi mudah dijadikan rujukan saat orang ingin menggambarkan rasa kecewa atau ketidaksesuaian antara narasi dan kenyataan.

Selain itu, format puisi yang memuat beberapa tema sekaligus membuatnya relevan untuk berbagai topik. Saat pembaca membagikan potongan bait tertentu, audiens lain bisa menambahkan konteks sesuai pengalaman masing-masing, sehingga percakapan di media sosial terus hidup dan menyebar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x