
INFOPANTULAN.COM – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Puncak, tepatnya di Tanjakan Selarong, Kampung Cibogo II, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Rabu 16 September 2026 siang. Insiden ini melibatkan truk boks Isuzu dan minibus Daihatsu Sigra, dengan kejadian bermula sekitar pukul 14.30 WIB.
Petugas penegakan hukum lalu lintas dari Polres Bogor menyebutkan truk boks datang dari arah Puncak menuju Gadog. Saat melintas di lokasi kejadian, truk diduga mengalami rem blong sehingga bergerak ke sisi kiri jalan dan menabrak bagian belakang sebelah kanan Daihatsu Sigra yang saat itu berhenti di bahu.
Menurut keterangan petugas, truk boks Isuzu yang dikemudikan GF melaju dari arah Puncak menuju Gadog. Sesampainya di Tanjakan Selarong, kendaraan kehilangan kendali diduga karena rem tidak berfungsi normal. Dampaknya, truk tidak hanya bergeser, tetapi terus bergerak hingga akhirnya menumbuk bagian belakang minibus.
Minibus Daihatsu Sigra diketahui berada di bahu jalan. Pada saat truk menabrak, posisi Sigra berada di sisi kanan jalan, sehingga benturan terjadi di bagian belakang sebelah kanan. Setelah tabrakan, kendaraan terdorong dan mengarah ke bangunan di sekitar lokasi.
Rangkaian kejadian setelah benturan cukup luas. Petugas menjelaskan bahwa setelah menabrak Daihatsu Sigra, truk terdorong dan kemudian menabrak bangunan bengkel velg serta rumah makan Sate Tegal yang berada di sekitar area kejadian.
Secara operasional, kondisi ini biasanya membuat lalu lintas di jalur Puncak menjadi terganggu sementara, karena kendaraan yang terlibat perlu dievakuasi dan pemeriksaan lokasi dilakukan. Selain itu, kerusakan pada fasilitas usaha di sekitar jalan juga perlu didata untuk keperluan penanganan lanjutan.
Akibat kecelakaan tersebut, dua orang mengalami luka ringan. Mereka adalah pengemudi Daihatsu Sigra berinisial R yang berusia 32 tahun, serta mekanik bengkel velg berinisial IL yang berusia 47 tahun.
Kedua korban kemudian dibawa ke RSUD Idham Chalid Ciawi untuk mendapatkan penanganan medis. Petugas memastikan tidak ada korban meninggal dunia maupun luka berat dalam insiden ini, sehingga fokus penanganan lebih mengarah pada perawatan luka dan pemulihan kondisi.
Petugas juga menyebutkan kerugian materi akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp10 juta. Perkiraan ini mencakup dampak pada kendaraan yang terlibat serta kerusakan pada bangunan yang tertabrak, yaitu bengkel velg dan rumah makan di sekitar lokasi.
Meski penyebab awal disebutkan diduga rem blong, pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi kendaraan sebelum kejadian serta faktor lain yang mungkin berkontribusi, seperti kondisi jalan, jarak pandang, dan respons pengemudi. Proses penelusuran semacam ini penting agar hasil pemeriksaan kecelakaan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan lokasi di Tanjakan Selarong, karakter tanjakan dan potensi beban kendaraan sering menjadi perhatian dalam keselamatan berkendara. Insiden seperti ini menjadi pengingat bahwa pemeriksaan sistem pengereman dan kondisi kendaraan sebelum melaju di ruas menanjak perlu dilakukan secara serius.

