HUT ke-62 Golkar, Jaro Ade Dorong Kader Turun ke Masyarakat dan Kawal Program Prabowo

Nelly Sipayung
20 Okt 2026 13:14
News 0 11
4 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR– Memasuki usia ke-62 tahun, Partai Golkar menegaskan pentingnya kehadiran kader di tengah masyarakat. Tak sekadar memperingati hari jadi, partai berlambang pohon beringin itu menggelar berbagai kegiatan sosial sekaligus mendorong kadernya mengawal program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

 

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade, mengatakan rangkaian peringatan HUT ke-62 Golkar dilaksanakan berdasarkan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan ditindaklanjuti Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Muttaqien.

Sejumlah kegiatan digelar untuk menyemarakkan peringatan tersebut, mulai dari ziarah ke makam pahlawan, pengobatan gratis, pembagian sembako, hingga santunan bagi anak yatim dan kaum duafa.

“Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan olahraga, seperti lomba futsal. Anggota Fraksi Golkar, baik di tingkat provinsi, DPR RI maupun DPRD kabupaten, juga akan melaksanakan kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing,” ujar Jaro Ade, Selasa (20/10/2026).

Menurut dia, momentum bertambahnya usia partai harus menjadi pengingat bagi seluruh kader, khususnya yang duduk di lembaga legislatif maupun eksekutif, untuk lebih aktif mendengar aspirasi masyarakat.

Ia menegaskan, kader Golkar tidak cukup hanya menjalankan aktivitas politik, tetapi juga harus hadir untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat dan mendorong penyelesaian melalui jalur pemerintahan.

Selain menjalankan kegiatan sosial, Jaro Ade menyebut Golkar memiliki tanggung jawab mengawal program pemerintah pusat, termasuk realisasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, sejumlah program di bidang pendidikan, infrastruktur, kesehatan, hingga ketahanan pangan perlu terus dikawal agar pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Di sektor pendidikan, ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat diperluas ke wilayah-wilayah yang membutuhkan, termasuk Kabupaten Bogor. Ia menyebut saat ini baru ada satu Sekolah Rakyat yang dibangun di wilayah Bogor bagian barat.

“Harapannya, pembangunan Sekolah Rakyat bisa dilakukan secara bertahap dengan melihat potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat, sehingga daerah yang membutuhkan juga bisa segera mendapatkan fasilitas tersebut,” katanya.

Jaro Ade juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai program tersebut perlu dipertahankan, sementara aspek tata kelola dan pelaksanaannya terus diperbaiki.

Berdasarkan aspirasi yang diterimanya ketika turun ke masyarakat, ia mengatakan warga berharap program MBG tidak dihentikan. Perbaikan, menurut dia, perlu difokuskan pada tata kelola agar pelaksanaannya semakin baik.

“Dari aspirasi yang kami terima di lapangan, masyarakat berharap Makan Bergizi Gratis jangan sampai dihentikan. Yang perlu diperbaiki adalah tata kelolanya, dan itu terus dilakukan oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.

Di bidang kesehatan, ia mendorong sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk alat kesehatan di rumah sakit dan puskesmas serta ketersediaan tenaga medis.

Sementara itu, perhatian terhadap guru honorer juga dinilai perlu terus diperkuat melalui kebijakan pemerintah pusat dan dukungan pemerintah daerah.

Dorong Hilirisasi Peternakan di Kabupaten Bogor
Tak hanya pendidikan dan kesehatan, Jaro Ade turut menyoroti pentingnya penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan sektor peternakan dan hilirisasi industri.

Menurut dia, Kabupaten Bogor memiliki potensi peternakan sapi, ketersediaan pakan, serta lahan yang dapat dikembangkan untuk mendukung produksi susu. Potensi tersebut dinilai perlu dioptimalkan agar manfaat ekonominya tidak berhenti pada penjualan bahan mentah.

Ia berharap ke depan pembangunan industri pengolahan susu dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara peternak, pemerintah, dan koperasi yang telah berjalan.

“Jangan hanya menjual susu. Ke depan, kita berharap ada pabrik-pabrik yang dibangun dan berkolaborasi dengan koperasi yang sudah berjalan. Dengan begitu, potensi peternakan di Kabupaten Bogor bisa dikembangkan lebih jauh, termasuk untuk mendukung kebutuhan susu dalam program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.

Jaro Ade berharap peringatan HUT ke-62 Golkar menjadi momentum bagi seluruh kader untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat sekaligus memastikan berbagai program pemerintah dapat berjalan sesuai kebutuhan di daerah.

Baginya, kehadiran kader di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata, penyerapan aspirasi, dan pengawalan kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.

x
x