google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

INFOPANTULAN.COM – Kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek masih menyisakan duka bagi keluarga korban. Sebanyak 16 wanita dilaporkan menjadi korban tabrakan tersebut, sementara berbagai pihak telah menyalurkan santunan di tengah proses pemulangan dan pemakaman.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menyampaikan adanya pengaduan warga terkait janji bantuan untuk korban di wilayah Bekasi Timur. Ia mengakui belum sempat menyerahkan bantuan kepada sebagian keluarga korban yang dimakamkan di Jawa Tengah, sehingga ia melakukan verifikasi data untuk memastikan tidak ada keluarga yang terlewat.
KDM menjelaskan bahwa saat rapat di Kota Bekasi, ia menerima pengaduan dari warga mengenai janjinya membantu korban kereta api KRL di Bekasi Timur. Menurutnya, ia merasa telah mengantarkan bantuan secara langsung kepada beberapa keluarga korban. Namun, setelah ada informasi lanjutan, muncul keterangan bahwa sebagian keluarga korban belum menerima bantuan.
Dalam penjelasannya, KDM menyebut bahwa ketidaksesuaian penyaluran kemungkinan terjadi karena data yang ia terima saat itu belum sepenuhnya memuat informasi lengkap tentang korban berikutnya. Ia menilai, jika data yang tersedia pada waktu sebelumnya belum tersampaikan ke pihaknya, maka bantuan yang direncanakan tidak bisa langsung menjangkau semua keluarga.
“Ada yang menyampaikan bahwa mereka keluarga korban belum mendapat bantuan,” kata KDM, seraya menyatakan akan memperbaiki kekeliruan tersebut melalui verifikasi.


Tidak ada komentar