google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Misalnya kalau biasanya dijual per butir, kalau sudah menang lomba bisa jadi dijual per kilogram,” ujarnya.
Artinya, di balik sebuah kontes buah, ada peluang ekonomi yang ikut dipertaruhkan. Semakin dikenal kualitas dan varietasnya, semakin besar pula peluang buah tersebut mendapatkan tempat di pasar.
Upaya memperkenalkan durian Bogor juga tidak berhenti di tingkat daerah.
Ruslan menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan komunitas Durian Traveller mengenai rencana kontes durian tingkat nasional di Lapangan Banteng, Jakarta, yang berkaitan dengan momentum panen raya pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
“Panen raya nanti di Desember dan Januari. Rencananya di Lapangan Banteng akan ada lomba tingkat nasional untuk durian,” tuturnya.
Bagi petani, kesempatan seperti ini membuka ruang untuk membawa nama buah lokal Kabupaten Bogor keluar dari pasar daerah.
Sementara bagi pemerintah daerah, festival dan kontes menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membantu produk pertanian lokal mendapatkan panggung promosi.
Edi menegaskan, potensi buah unggulan Kabupaten Bogor sebenarnya masih sangat luas. Karena itu, ke depan bukan tidak mungkin komoditas buah lainnya juga akan mendapat kesempatan serupa.
“Masih banyak sebenarnya. Mungkin pada kesempatan kontes lainnya bisa juga ada buah-buah yang lain,” kata Edi.


Tidak ada komentar