“Bagaimanapun, ia adalah kader Gerindra dan menjabat sebagai Dewan Pembina di Gerindra Pusat. Ini menunjukkan kualitas moral dan etika yang kuat. Jadi, beberapa kali saya bertemu dengan Demul, saya belum melihat tanda-tanda ke arah sana. Saya juga merasa aneh dengan keriuhan ini,” katanya.
Buky juga membantah anggapan bahwa aktivitas Dedi Mulyadi yang kerap mengunjungi berbagai daerah, termasuk di luar Jawa Barat, dilakukan untuk mencari simpati. Salah satunya saat Dedi mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa besar pekan lalu yang kemudian dikaitkan dengan isu kepindahannya ke PSI.
Menurut Buky, ia memahami karakter Dedi yang memang senang turun langsung untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan.
“Dia aktif berkeliling dan bukan tipikal pemimpin di belakang meja. Saya melihat dia memang sosok yang seperti itu. Dia adalah sosok yang perasaannya mudah tersentuh-dia sendiri sering menyampaikan bahwa dirinya mudah tersentuh-lalu mencoba menyelesaikan masalah tersebut,” katanya.
Buky mengatakan bantuan yang diberikan Dedi juga bukan sesuatu yang berbeda dengan dilakukan sejumlah kepala daerah lain. Ia menyebut bantuan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur juga diberikan atas dasar kemanusiaan.
Tidak ada komentar