
INFOPANTULAN.COM – Pemerintah Kota Bogor menegaskan dukungan tidak berhenti pada upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPAS) Galuga. Selain membantu proses pemadaman, Pemkot Bogor juga menyiapkan dapur umum serta pelayanan kesehatan bagi personel dan relawan yang berada di lokasi.
Langkah tersebut dijalankan melalui pengerahan petugas Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan sejak memasuki hari kedua kejadian. Fokusnya menyasar kondisi fisik petugas yang bekerja dalam situasi lapangan, termasuk kebutuhan obat-obatan, vitamin, dan pemeriksaan kesehatan di area terdampak.
Dukungan yang dibuka Pemkot Bogor diwujudkan lewat dapur umum. Kehadiran dapur umum penting karena pekerjaan penanganan kebakaran biasanya berlangsung berjam-jam, sementara petugas membutuhkan asupan makanan agar tetap bertenaga. Selain itu, pelayanan kesehatan disiapkan untuk memastikan para petugas dan relawan tidak hanya memadamkan api, tetapi juga mendapat penanganan medis bila diperlukan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang ikut membantu proses penanganan, terutama yang menyumbangkan bahan makanan. Menurutnya, sumbangan seperti makanan, vitamin, maupun obat-obatan memiliki peran nyata untuk menjaga kesiapsiagaan tim di lapangan.
“Terima kasih yang telah menyumbangkan makanan, vitamin, atau obat-obatan. Semoga kami terus didoakan para petugas, relawan, yang terus berjuang memadamkan api di sini,” kata Jenal Mutaqin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan telah dilakukan terhadap sekitar 250 orang. Pemeriksaan tersebut mencakup pemberian obat-obatan serta vitamin, menyesuaikan kebutuhan petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Erna menambahkan bahwa tenaga kesehatan yang terlibat berasal dari berbagai unit. Mereka mencakup petugas dari PSC, Rumah Sakit UMMI, serta puskesmas yang berada di sekitar wilayah terdampak, yakni Puskesmas Pasir Mulya dan Puskesmas Sindang Barang. Kolaborasi lintas fasilitas ini membantu mempercepat layanan, terutama saat mobilisasi personel di lokasi berlangsung terus-menerus.
Pelayanan kesehatan tidak hanya berpusat di satu titik. Setidaknya terdapat dua desa yang menjadi sasaran layanan, yaitu Desa Dukuh dan Desa Galuga. Pemilihan lokasi ini relevan dengan kebutuhan masyarakat dan personel yang terdampak, sekaligus untuk memastikan akses pemeriksaan kesehatan lebih merata.
Dalam situasi kebakaran TPAS, paparan asap dan aktivitas pemadaman dapat memengaruhi kondisi tubuh, mulai dari kelelahan hingga keluhan kesehatan yang muncul setelah bekerja di lapangan. Karena itu, pendistribusian layanan ke area sasaran membantu mengurangi jarak serta mempercepat respons saat ada pemeriksaan lanjutan yang dibutuhkan.
Seiring berjalannya proses penanganan, Pemkot Bogor menempatkan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan sebagai motor dukungan lapangan. Pengiriman personel sejak hari kedua menunjukkan perhatian pada keberlanjutan bantuan, bukan hanya respons sesaat pada fase awal kejadian.
Dengan adanya dapur umum, layanan kesehatan, dan dukungan tenaga medis dari berbagai fasilitas, upaya penanganan kebakaran dapat berjalan lebih terukur. Petugas dan relawan memperoleh suplai kebutuhan dasar serta pemeriksaan medis, sehingga mereka bisa tetap fokus pada proses pemadaman dan penanganan di area TPAS Galuga.

