google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Masyarakat tidak ingin melihat orang itu lagi di wilayah tersebut. Malam itu juga disepakati agar yang bersangkutan pergi ke keluarganya di luar Citeureup. Intinya diusir dari kampung itu,” katanya.
Eddy menambahkan, keluarga pemilik kontrakan, yakni istri dan anaknya, tetap diperbolehkan tinggal di lokasi. Sementara hanya pemilik kontrakan yang diminta meninggalkan wilayah tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa dua orang yang datang ke kontrakan tersebut bukan merupakan warga Citeureup. Kepolisian memastikan situasi telah kondusif setelah penyelesaian dilakukan secara musyawarah oleh warga setempat.


Tidak ada komentar