google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Kasus keluhan kesehatan MBG Tana Toraja, RDP DPRD soroti mitra SPPG Makale Batupapan 1

Abdul Halim
7 Sep 2026 07:45
Kesehatan 0 10
6 menit membaca

SPPG Makale Batupapan 1 Kembali Disuspend, Ada Desakan Evaluasi Kemitraan

Setelah kemunculan kasus dugaan gangguan kesehatan pada awal September, SPPG Makale Batupapan 1 kembali mendapat penghentian sementara atau suspend. Informasi tersebut disampaikan Kepala KPPG Kendari, Mulyadi, pada Jumat, 4 September 2026.

Menurut penjelasan yang berkembang, suspend dilakukan dalam rangka penanganan dan evaluasi pascakejadian yang melibatkan siswa dan guru. Status suspend tidak serta-merta berarti pihak yayasan atau pengelola SPPG telah dinyatakan bersalah, sebab penyebab dan pihak yang bertanggung jawab masih menunggu proses pemeriksaan.

Di luar mekanisme pemeriksaan, muncul pula desakan agar kemitraan dengan yayasan yang menaungi SPPG tersebut dievaluasi. Pengurus Pusat GMKI, misalnya, meminta BGN mengevaluasi hingga mencabut kemitraan dengan Yayasan Magnolia Champaca Virginiana. Namun, desakan organisasi tersebut tidak sama dengan keputusan hukum atau keputusan final BGN terkait pencabutan kemitraan.

Dalam situasi seperti ini, evaluasi kemitraan biasanya berjalan mengikuti temuan pemeriksaan, termasuk hasil laboratorium dan penilaian terhadap prosedur operasional. Karena itu, proses yang sedang berjalan menjadi penentu arah langkah berikutnya.

Louice Cristiana Mangontan Jadi Sorotan, Namun Status Hukum Belum Ada

Nama Louice Cristiana Mangontan ikut menjadi perhatian publik setelah pernyataan dalam RDP tersebar luas. Ia tampil sebagai perwakilan Yayasan Magnolia Champaca Virginiana yang menjadi mitra SPPG Makale Batupapan 1.

Sorotan terhadap Lusi berkaitan dengan kalimat yang disampaikan dalam forum resmi saat menjelaskan kasus dugaan gangguan kesehatan akibat MBG. Meski pernyataannya viral, belum ada dasar untuk menyebut Lusi sebagai tersangka atau pihak yang telah dinyatakan bersalah dalam kasus tersebut.

Sementara itu, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami 173 siswa dan guru masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Hingga hasil pemeriksaan keluar, pembahasan DPRD dan suspend terhadap SPPG diposisikan sebagai langkah penanganan dan evaluasi, bukan vonis terhadap pihak tertentu.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x