google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Yudi menyampaikan bahwa area yang masih menunjukkan asap dan beberapa titik api diperkirakan sekitar 1,5 hektare. Rinciannya, sekitar 1,4 hektare berada di zona utara, sedangkan sisanya sekitar 0,1 hektare berada di zona timur.
Pembagian zona ini penting untuk pengaturan kerja tim di lapangan. Dengan adanya dua area pengelolaan, petugas dapat menempatkan personel dan peralatan sesuai titik rawan, termasuk mengatur jalur akses agar proses pemadaman dan pendinginan berjalan efektif.
Insiden kebakaran di TPA Galuga sebelumnya terjadi pada Senin, 7 September 2026. Api bermula dari lahan milik warga, lalu merembet hingga mencapai area TPA Galuga.
Situasi seperti ini kerap membuat penanganan menjadi lebih kompleks, karena sumber api tidak hanya berada di dalam area TPA, tetapi juga terkait kondisi lahan di sekitar. Rempatan api lalu memicu munculnya titik-titik panas baru yang kemudian memerlukan penanganan berulang.


Tidak ada komentar