google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Dalam upaya pemadaman, penanganan tidak hanya mengandalkan jalur darat. Petugas sempat menggunakan helikopter untuk water bombing guna menjangkau area yang sulit dijangkau secara langsung dari permukaan.
Yudi menuturkan bahwa api sempat padam, namun kemudian kembali muncul titik api baru. Bahkan, pada beberapa momen api sempat membesar, sehingga petugas perlu menguatkan strategi penanganan, termasuk memastikan proses pendinginan dilakukan sampai benar-benar aman.
Hingga sore 13 September 2026, tim masih bekerja dengan prioritas memadamkan titik api yang tersisa. Di saat yang sama, pendinginan dilakukan untuk menekan kemungkinan bara menyala kembali, terutama pada area yang menyimpan panas dalam waktu tertentu.
Dengan masih adanya sembilan hotspot, penanganan diperkirakan tetap membutuhkan koordinasi lintas pihak dan pemantauan berkala. Petugas juga terus menilai perubahan kondisi di lapangan agar proses pemadaman bisa berlanjut hingga seluruh titik panas benar-benar teratasi.


Tidak ada komentar