google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Kebakaran TPAS Galuga Bogor Masuk Hari Kedelapan, Pemadaman Sulit

Abdul Halim
14 Sep 2026 00:15
Peristiwa 0 3
3 menit membaca

Rudy menekankan bahwa kebakaran di TPAS tidak selalu menunjukkan gejala yang mudah dipantau dari permukaan. Bara dapat bertahan di bawah tanah, lalu muncul kembali ketika kondisi mendukung. Ia juga menyebut percikan api kecil saja berpotensi memicu kebakaran pada tumpukan sampah yang sudah sangat kering.

Strategi pemadaman dengan embung dan penyaluran air bertahap

Untuk mengatasi keterbatasan sumber air di area yang sulit dijangkau, Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan strategi membuat embung sederhana di tengah kawasan TPAS Galuga. Tujuannya adalah mendekatkan pasokan air ke lokasi titik api yang tidak bisa dijangkau kendaraan Damkar secara langsung.

Rudy menjelaskan mekanismenya dimulai dari pengambilan air dari titik awal dengan jarak sekitar 1 sampai 2 kilometer menuju embung pertama. Setelah itu, air disalurkan bertahap ke embung berikutnya, sehingga pasokan bisa menjangkau titik-titik yang paling sulit diakses.

Embung yang dibuat memiliki kedalaman sekitar 1 sampai 2 meter menggunakan terpal. Dari embung kedua, air kemudian dialirkan menuju embung ketiga dengan bantuan mesin Alkon. Sistem ini terutama dipakai untuk menangani titik api di wilayah timur yang berada di bagian paling ujung dan cenderung tidak dapat dijangkau oleh mobil pemadam.

Perpaduan embung, mesin Alkon, dan alat berat untuk perpanjang jangkauan

Rudy menegaskan pemadaman tidak hanya mengandalkan mobil Damkar. Penanganan dilakukan dengan memadukan beberapa pendekatan, mulai dari penggunaan sumber air dari embung-embung yang dibentuk, mesin Alkon untuk penyaluran, hingga bantuan alat berat untuk pembukaan material di lokasi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x