Ketua DPRD Kabupaten Bogor Nobar Film Istimewa di XXI Cibinong City Mall

Abdul Halim
18 Sep 2026 13:32
Peristiwa 0 37
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, hadir dalam nonton bareng (nobar) film Istimewa di XXI Cibinong City Mall pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan unsur legislatif dengan penyandang disabilitas dari berbagai komunitas, sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap film yang mengangkat kisah dan kehidupan penyandang disabilitas.

Nobar tersebut digelar pada hari pertama penayangan film Istimewa di bioskop Indonesia. Kehadiran Sastra Winara di tengah penonton difabel memberi pesan bahwa perhatian terhadap isu inklusi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan juga hadir dalam ruang publik seperti bioskop.

Dukungan DPRD lewat nonton bareng film Istimewa

Dalam kesempatan itu, Sastra Winara berada bersama para atlet dan penyandang disabilitas Kabupaten Bogor. Kehadiran tokoh legislatif di kegiatan seperti ini turut memberi legitimasi sosial, karena menghubungkan narasi film dengan pengalaman langsung kelompok yang menjadi fokus cerita.

Film Istimewa sendiri membawa pesan tentang perjuangan, keluarga, persahabatan, dan semangat pantang menyerah dari penyandang disabilitas. Saat ditonton bersama, pesan-pesan tersebut berpotensi menjadi bahan diskusi setelah layar selesai, baik di kalangan keluarga pendamping maupun komunitas yang selama ini aktif memperjuangkan akses yang lebih setara.

Komunitas disabilitas turut hadir, termasuk SOIna dan NPCI

Acara nobar tidak hanya diisi penonton umum, tetapi juga dihadiri perwakilan berbagai organisasi disabilitas. Beberapa yang disebut hadir antara lain Special Olympics Indonesia (SOIna), National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI), serta Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).

Keterlibatan organisasi olahraga disabilitas seperti SOIna dan NPCI menambah dimensi penting, sebab semangat yang sering muncul dalam kegiatan olahraga paralimpik sejalan dengan tema film tentang keteguhan dan keberanian menghadapi keterbatasan. Dengan demikian, film tidak hanya diposisikan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai cermin nilai yang hidup di komunitas.

Pesan untuk keluarga dan pendamping penyandang disabilitas

Selain menonton film, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para pemangku kebijakan untuk melihat secara langsung bagaimana pesan perjuangan dan kehidupan penyandang disabilitas disampaikan melalui layar lebar. Perspektif ini relevan karena dukungan terhadap disabilitas tidak hanya soal akses fisik, tetapi juga soal pengakuan terhadap peran keluarga dan pendamping yang mendampingi proses tumbuh kembang.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam kesempatan yang sama mengajak berbagai pihak untuk memberikan dukungan terhadap film tersebut. Ia menilai nobar bukan sekadar agenda hiburan, melainkan momentum untuk menyemangati penyandang disabilitas dan orang tua yang mendampingi mereka.

“Kita hanya ingin memberikan semangat kepada mereka, ingin memberikan semangat kepada orang tua mereka yang tentunya butuh perjuangan besar membesarkan anak-anak istimewa,” kata Rudy Susmanto kepada wartawan.

Implikasi kegiatan inklusif di ruang publik

Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Bogor dalam nobar film Istimewa memperlihatkan dukungan lembaga legislatif terhadap upaya membangun perhatian dan ruang yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bogor. Secara praktik, kegiatan seperti ini dapat menjadi jembatan antara kebijakan dan pengalaman nyata, terutama ketika penonton yang terlibat adalah komunitas yang selama ini memperjuangkan kesetaraan.

Ketika tokoh publik hadir langsung di tengah komunitas, efeknya biasanya lebih terasa dibanding kampanye yang hanya berbentuk pernyataan. Dari sisi komunikasi publik, film juga berfungsi sebagai media narasi yang mampu menjangkau audiens lebih luas, sehingga isu disabilitas bisa dibicarakan dengan bahasa yang lebih manusiawi.

Agenda nobar pada hari pertama penayangan turut menandai bahwa dukungan terhadap film bertema disabilitas tidak menunggu waktu promosi berakhir. Kegiatan tersebut menguatkan posisi film Istimewa sebagai ruang bersama untuk memahami perjuangan penyandang disabilitas, sekaligus memperlihatkan komitmen pemangku kebijakan dalam merawat iklim inklusif di Kabupaten Bogor.

x
x