google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Sastra juga mengarahkan agar para anggota melaksanakan tugas pada tanggal 17 Agustus sesuai jadwal dan arahan yang telah ditetapkan. Ia meminta anggota menunjukkan bahwa mereka “bisa” bukan hanya saat pengukuhan, tetapi juga saat menjalankan tugas pengibaran bendera pusaka. Harapan ini sekaligus mengandung pesan bahwa pengalaman dalam Paskibraka seharusnya menjadi modal untuk terus berprestasi.
Dari sisi pembinaan, penekanan pada tanggung jawab menjadi relevan karena tugas pengibaran bendera menuntut konsistensi, ketepatan gerak, dan kemampuan menjaga fokus di bawah sorotan banyak pihak. Proses seleksi dan pembinaan yang berujung pada pengukuhan pada dasarnya bertujuan menyiapkan anggota bukan hanya untuk tampil, tetapi juga untuk memahami makna dari peran yang diemban.
Apresiasi juga disampaikan Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto. Ia menyampaikan keyakinan bahwa anggota Paskibraka Kabupaten Bogor kelak dapat tumbuh menjadi generasi muda yang ikut menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa. Pesan ini menempatkan Paskibraka sebagai bagian dari pembentukan karakter, bukan berhenti pada momen upacara.
Wikha berharap peran para anggota tidak hanya berakhir pada seremoni pengibaran bendera. Ia menekankan agar nama baik Indonesia tetap terjaga saat anggota berada di berbagai kesempatan lain, baik di lingkungan sekolah, kegiatan kepemudaan, maupun ruang publik yang lebih luas. Dengan kata lain, pengalaman Paskibraka dipandang sebagai bekal untuk membangun reputasi dan kontribusi yang lebih panjang.


Tidak ada komentar