google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Pertanian Terintegrasi Jalan Bomang Bogor Panen 2 Kali Bayam dan Kangkung

Abdul Halim
26 Agu 2026 11:35
Bogor 0 16
4 menit membaca

Kawasan membentang 8,2 kilometer, targetnya ketahanan pangan

Kawasan pertanian terintegrasi di Jalan Bomang dikembangkan sepanjang 8,2 kilometer dari Kemang hingga Bojonggede. Dengan bentang yang cukup panjang, program ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, melainkan juga diarahkan sebagai penopang ketahanan pangan di wilayah sekitar. Skala pengembangan seperti ini penting karena dampaknya berpotensi menyentuh lebih banyak komunitas, baik dari sisi pasokan komoditas maupun pembelajaran praktik budidaya.

Selain petani, dukungan juga datang dari kelompok pemuda dari tiga kelurahan, yakni Tajurhalang, Bojonggede, dan Kemang. Keterlibatan pemuda dapat memperkuat keberlanjutan program, misalnya melalui dukungan kegiatan lapangan, penguatan ekosistem komunitas, serta membantu memperluas pemahaman warga tentang manfaat pertanian perkotaan.

Bomang sebagai model ruang produksi di tengah jalur perkotaan

Keberhasilan panen dua kali dengan bayam dan kangkung menjadi titik awal yang menarik untuk dicermati. Bomang memperlihatkan bahwa model pertanian terintegrasi bisa berjalan ketika ada sinergi antara penataan lahan, ketersediaan air, serta keterlibatan sumber daya manusia. Kolaborasi petani lokal, mahasiswa, dan dukungan komunitas pemuda membuat kawasan lebih siap beradaptasi terhadap tantangan lapangan.

Jika data riset dan praktik pengelolaan yang dikembangkan di Bomang dapat diterapkan secara bertahap oleh petani lokal, program ini berpotensi menjadi referensi pengembangan pertanian di wilayah lain. Yang paling terlihat saat ini adalah arah yang jelas, dari sekadar memanfaatkan lahan menjadi membangun sistem produksi yang konsisten, terukur, dan relevan dengan kebutuhan ketahanan pangan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x