google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Yudi menambahkan, setibanya di lokasi, tim rescue segera melakukan asesmen terhadap kondisi sumur. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gas beracun di dalam ruang sempit tersebut.
“Petugas juga mendapati korban telah berada di dasar sumur dalam kondisi meninggal dunia,” terangnya.
Kondisi tersebut, kat Yudi, membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Selain kedalaman sumur yang mencapai sekitar 10 meter, keberadaan gas beracun menjadi ancaman serius bagi keselamatan personel penyelamat.
“Tim kemudian mengamankan area dan menyiapkan sejumlah peralatan khusus, mulai dari SCBA atau alat bantu pernapasan, tripod, peralatan mountaineering, tali karmantel hingga webbing,” imbuhnya.
Lebih lanjut Yudi menjelsskan, bahwa evakuasi dilakukan menggunakan teknik mountaineering dengan sistem hauling, yakni metode penarikan menggunakan rangkaian peralatan rescue dan sistem pengaman untuk mengangkat korban secara bertahap dari dasar sumur menuju permukaan.


Tidak ada komentar