google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Pasar Merdeka tidak hanya menampung pedagang eksisting dari TPS, tetapi juga disiapkan ruang bagi pedagang kaki lima (PKL) yang menjual barang loak dan barang bekas. Penataan ini bertujuan mengakomodasi aktivitas perdagangan yang sebelumnya tersebar, agar lebih terkonsolidasi di area pasar.
Hingga saat ini, sekitar 200 pedagang telah melakukan pemesanan atau booking tempat untuk berjualan di Pasar Merdeka. Jumlah tersebut masih jauh dari target kapasitas pasar yang dirancang menampung hingga 450 pedagang, sehingga proses pemesanan masih berpotensi berlanjut dan akan sangat menentukan dinamika pengisian kios serta los.
Revitalisasi Pasar Merdeka mulai dikerjakan pada 2024 dengan nilai investasi sekitar Rp50 miliar yang berasal dari pihak investor. Setelah selesai, pasar direncanakan menampung pedagang eksisting dari TPS Merdeka, penjual barang loak dan onderdil bekas, serta pedagang kaki lima yang terdampak penataan di kawasan sekitar pasar, termasuk Jalan Semeru dan Jalan Perintis Kemerdekaan.
Dengan progres yang sudah menembus lebih dari 90 persen, perhatian berikutnya akan tertuju pada dua hal. Pertama, ketepatan jadwal relokasi pedagang agar proses penataan area luar termasuk parkir dapat dikerjakan tanpa hambatan. Kedua, respons pedagang terhadap skema sewa dan tawaran insentif, karena ketersediaan unit usaha dan kepastian biaya akan sangat berpengaruh pada kesiapan operasional Pasar Merdeka saat mulai dihuni.


Tidak ada komentar