google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Pemkab Bogor menyatakan komitmen menjaga kualitas lingkungan melalui langkah pencegahan dan pengendalian pencemaran yang berkesinambungan. Harapannya, Sungai Cileungsi tetap terjaga kebersihannya, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh pelaku usaha dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai.
Hasil susur dan identifikasi lapangan selanjutnya akan menjadi bagian dari data inventarisasi DLH Kabupaten Bogor. Data tersebut diharapkan mendukung pengawasan, evaluasi, serta langkah pengendalian dan penindakan terhadap potensi sumber pencemaran di sepanjang Sungai Cileungsi.
Sebelumnya, aliran Sungai Cileungsi di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, sempat dilaporkan hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat pada akhir Juli 2026. Pada saat itu, titik Cikuda di Wanaherang disebut terpantau hitam pekat dan berbau menyengat, dengan dugaan adanya oknum industri yang membuang limbah.
Dalam konteks itu, titik Cikuda menjadi salah satu area yang disisir pada kegiatan pemetaan outfall industri oleh DLH Kabupaten Bogor bersama TNI AL dan DLH Provinsi Jawa Barat. Dengan susur yang terencana dan meliputi beberapa titik penting, proses penguatan pemantauan diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai asal-usul gangguan kualitas air di Sungai Cileungsi.


Tidak ada komentar