google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Susur Sungai Cileungsi Bogor, DLH petakan titik outfall industri 2 hari

Abdul Halim
28 Agu 2026 23:45
Bogor 0 21
3 menit membaca

Pengawasan kualitas lingkungan perlu data lapangan

Teuku Mulya menilai pengawasan kualitas lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan informasi yang bersifat administratif. Untuk memastikan adanya potensi gangguan terhadap kualitas air, pemeriksaan langsung ke lokasi dibutuhkan agar temuan lebih akurat dan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam penjelasannya, susur sungai menjadi cara untuk melihat kondisi faktual di lapangan. Dengan begitu, setiap sumber yang berpotensi memengaruhi kualitas air diharapkan dapat teridentifikasi dengan baik, lalu diproses sesuai prosedur penanganan pencemaran.

Kolaborasi DLH dan TNI AL perluas cakupan pemantauan DAS

Selain DLH Kabupaten Bogor, kegiatan ini juga dijalankan bersama TNI AL dan tim dari DLH Provinsi Jawa Barat. Kolaborasi lintas instansi diharapkan memperluas cakupan pemantauan, sekaligus memperkaya data kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Cileungsi.

Teuku Mulya menegaskan bahwa pengawasan lingkungan adalah pekerjaan bersama. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak bisa berjalan sendiri karena persoalan pencemaran biasanya melibatkan banyak pihak, mulai dari pengelola usaha hingga aktivitas masyarakat di sekitar sungai.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x