google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Belanjanya ke Jakarta. Jadi belum tahu mau nambah stok atau enggak,” tuturnya.
Bagi Munir, meningkatnya pembelian masker memang menjadi angin segar di tengah kondisi dagangannya yang selama beberapa bulan terakhir cenderung biasa saja. Namun, ia memilih tidak terlalu berharap lonjakan tersebut berlangsung lama.
“Kita lihat nanti, orang nyarinya sampai sore bagaimana,” katanya.
Warga Mulai Merasakan Perubahan Udara
Meningkatnya permintaan masker juga menunjukkan kekhawatiran warga ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang dianggap berbeda dari biasanya.
Salah satunya Bagus Januar (23), warga Bogor, yang membeli masker saat perjalanan dari Megamendung menuju Bogor.
Bagus mengaku sebenarnya tidak terbiasa menggunakan masker. Sebelum muncul abu vulkanik, ia lebih sering hanya menggunakan buff ketika berkendara.
Namun, kondisi udara kali ini membuatnya memilih menggunakan masker.


Tidak ada komentar