google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Udaranya lagi kena abu vulkanik, jadi harus pakai masker biar enak pernapasannya, biar enggak sesak,” ujar Bagus.
Ia mengaku merasakan udara yang sedikit berbeda dan membuat pernapasannya terasa kurang nyaman.
“Agak sedikit sesak, enggak seperti biasanya,” katanya.
Selain menggunakan masker, Bagus memilih mengurangi aktivitas di luar rumah dan memperbanyak minum air putih.
“Perbanyak minum karena udaranya lagi kurang baik. Sama jangan sering keluar. Stay safe di rumah,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masker tersebut, para pedagang berharap pasokan tetap tersedia dan harga tidak ikut melonjak. Bagi warga, masker kini bukan sekadar perlengkapan sehari-hari, tetapi menjadi salah satu bentuk kewaspadaan ketika abu vulkanik mulai mengganggu aktivitas.


Tidak ada komentar