google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada APBD atau anggaran pemerintah. Kita harus menggerakkan potensi masyarakat untuk saling merangkul dan membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu,” kata Prof. Mujahidin.
Menurutnya, bantuan pendidikan disalurkan melalui dua mekanisme, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi penerima yang memenuhi persyaratan pemerintah serta skema Orang Tua Asuh bagi calon mahasiswa yang belum terakomodasi program tersebut.
“Kapasitas dana saat ini memang masih fokus membebaskan biaya kuliah, belum mencakup biaya hidup. Yang terpenting, pintu bagi mereka untuk bisa berkuliah terbuka lebar terlebih dahulu,” tambahnya.
Selain meluncurkan program sosial, UIKA Bogor juga memperkenalkan UIKA Travel sebagai unit usaha baru yang akan melayani perjalanan umrah dan haji bagi masyarakat. Kehadiran layanan tersebut juga diproyeksikan mendukung pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional mahasiswa UIKA di Makkah dan Madinah.


Tidak ada komentar