Hari Keempat Pencarian Bayu di Sungai Cisadane, Dedie Rachim Minta Sedimen Diangkat

Riky Iskandar
16 Agu 2026 11:44
News 0 59
2 menit membaca

INFOPANTULAN.COM, BOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, meminta tim SAR gabungan agar melakukan langkah tambahan dengan mengangkat sedimen, sampah, hingga potongan bambu yang berada di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya Bayu Zulkarnaen (36) salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga jatuh dan hanyut di Sungai Cisadane,

“Kita masih ikhtiarkan agar saudara Bayu yang diduga hilang di aliran Sungai Cisadane area Pamoyanan ini bisa ditemukan segera. Karena kita sudah masuk hari keempat,” kata Dedie pada Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, pengangkatan material di dalam sungai dilakukan untuk membuka kemungkinan korban tersangkut di antara sedimen maupun tumpukan sampah yang berada di dasar sungai.

“Hari ini saya minta kepada seluruh tim gabungan SAR, BPBD, Satpol PP, TNI-Polri, Damkar, unsur potensi masyarakat untuk mengambil langkah mengangkat sebagian sampah atau sedimen yang ada di sekitar jembatan tempat diduga jatuhnya saudara Bayu,” ujarnya.

Dedie menjelaskan, salah satu kendala utama dalam proses pencarian adalah keterbatasan jarak pandang atau visibilitas saat penyelaman. Kondisi tersebut diperparah dengan arus bawah sungai yang cukup deras.

“Pastinya kendalanya itu visibility, jarak pandang. Meskipun sudah kita lakukan beberapa kali penyelaman, masalahnya visibilitasnya terbatas. Arus bawahnya juga kencang,” jelasnya.

Ia berharap upaya pencarian dapat segera membuahkan hasil. Dedie juga meminta masyarakat Kota Bogor turut mendoakan agar Bayu segera ditemukan.

“Kita berharap sekali, didoakan oleh semua masyarakat Kota Bogor. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, apabila betul saudara Bayu terjatuh di sini dan hilang di sini, dapat segera kita temukan,” katanya.

Dedie juga meminta keluarga Bayu untuk tetap bersabar. Ia memastikan Pemerintah Kota Bogor bersama seluruh unsur yang terlibat masih berupaya maksimal dalam proses pencarian.

“Untuk keluarga, saya minta untuk bersabar. Pemerintah Kota Bogor dan seluruh elemen, termasuk SAR, TNI-Polri terus berusaha semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Bahkan, kata Dedie, pencarian pada hari pertama dilakukan hingga malam hari. Tim gabungan terus berupaya mencari korban di berbagai titik yang dinilai memungkinkan.

“Bahkan di hari pertama kita lakukan penyelaman dan pencarian sampai dengan pukul 23.00 WIB. Jadi, ini menjadi bukti bahwa kami ingin tentu hal-hal seperti ini bisa segera terungkap dan tentu apabila ada kejadian jatuh di sini, bisa segera ditemukan,” ujarnya.

Sementara itu, Dedie mengatakan pencarian sesuai standar operasional prosedur (SOP) memiliki batas waktu selama tujuh hari. Saat ini, proses pencarian telah memasuki hari keempat.

“Sesuai dengan SOP, kalau batas pencarian Search and Rescue itu ada tujuh hari. Jadi sekarang hari keempat,” pungkasnya.

x
x