Film Istimewa Nobar di Cibinong City Mall, Rudy Susmanto Libatkan Komunitas Disabilitas

Abdul Halim
17 Sep 2026 13:27
Bogor 0 21
3 menit membaca

INFOPANTULAN.COM – Bupati Bogor Rudy Susmanto menggelar nonton bareng (nobar) Film Istimewa bersama atlet dan penyandang disabilitas di Cibinong City Mall, Kamis 17 September 2026. Kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan penayangan perdana film tersebut di sejumlah bioskop di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Rudy mengundang beberapa kelompok penyandang disabilitas, termasuk Special Olympics Indonesia (SOIna), National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI), dan PPDI, serta komunitas lainnya. Nobar itu tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga dimaksudkan sebagai ruang dukungan moral bagi penyandang disabilitas dan orang tua yang mendampingi.

Nobar Film Istimewa sebagai ruang dukungan dan motivasi

Rudy menjelaskan bahwa kehadiran komunitas penyandang disabilitas dalam acara nobar merupakan bentuk perhatian nyata. Ia menekankan bahwa tujuan utamanya adalah memberi semangat, terutama kepada orang tua yang selama ini menjalani perjuangan besar dalam membesarkan anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Menurut Rudy, film Istimewa memuat pesan yang sejalan dengan semangat tersebut, yakni mendorong penonton untuk tidak menyerah dan menghormati martabat sesama. Ia menyampaikan bahwa cerita dalam film memberikan pesan kuat yang dapat menjadi pengingat bagi banyak orang, termasuk keluarga yang selama ini berjuang menghadapi berbagai tantangan.

“Kita hanya ingin memberikan semangat kepada mereka, ingin memberikan semangat kepada orang tua mereka yang tentunya butuh perjuangan besar membesarkan anak-anak istimewa,” kata Rudy kepada wartawan.

Antusiasme tinggi, Pemkab Bogor siapkan dua studio penuh

Rudy turut menyoroti respons peserta yang hadir. Ia menyebut antusiasme masyarakat, khususnya komunitas yang diundang, tergolong tinggi hingga Pemkab Bogor mengisi dua studio bioskop untuk kegiatan tersebut.

“Hari ini dua studio full. Tadinya kita ingin lebih,” ungkap Rudy. Pernyataan itu menunjukkan bahwa minat terhadap film sekaligus perhatian terhadap keterlibatan penyandang disabilitas cukup besar, sehingga kapasitas acara perlu disesuaikan agar lebih banyak orang dapat ikut serta.

Pesan kesetaraan kesempatan: disabilitas punya masa depan

Dalam kesempatan itu, Rudy menilai film Istimewa membawa narasi mengenai kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas. Ia memandang, film semacam ini bukan sekadar tontonan, melainkan sarana penyampaian nilai, termasuk penguatan bahwa penyandang disabilitas memiliki masa depan dan peluang yang setara.

Rudy juga menyoroti pesan moral yang menurutnya terasa menonjol dalam film. Ia menyebut ada dorongan untuk tidak menyerah, sekaligus ajakan agar tidak menyakiti orang lain, terutama ketika pernah merasakan perlakuan yang tidak menyenangkan. Narasi seperti ini, bagi Rudy, relevan karena pengalaman banyak keluarga penyandang disabilitas sering kali diwarnai tantangan sosial yang membutuhkan ketangguhan.

“Mereka saja menanamkan pesan kepada kita jangan menyerah, dan jangan pernah menyakiti orang-orang yang sudah menyakiti kita,” ujarnya.

Target satu juta penonton, ajakan untuk OPD dan dunia usaha

Rudy berharap kegiatan nobar serupa dapat dilakukan oleh berbagai pihak, tidak hanya dari sisi pemerintah daerah. Ia mengajak OPD dan dunia usaha untuk turut menyelenggarakan nobar dengan melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk komunitas penyandang disabilitas.

Ajakan tersebut juga dikaitkan dengan target penayangan film, yaitu mendorong satu juta penonton Film Istimewa. Rudy menilai dukungan kolektif diperlukan agar target dapat tercapai, sekaligus memastikan keterlibatan kelompok masyarakat berlangsung lebih luas dan inklusif.

“Ayo berikan dukungan bareng-bareng. Terutama saya mengajak para kepala daerah di seluruh Indonesia, gerakkan semuanya, harus lebih dari satu juta,” pungkas Rudy.

x
x