google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

“Kami ingin mengetahui kendaraan bergerak ke mana saja. Jangan sampai kendaraan digunakan di luar tugas dan fungsi Disperumkim karena itu juga akan mempercepat keausan kendaraan,” katanya.
Sekretaris Dinas Perumkim Kota Bogor, Erwin Gunawan, menjelaskan bahwa setiap kendaraan dipasangi tiga perangkat, yakni GPS tracker, fuel sensor, dan smart card. Ketiga perangkat tersebut akan menghasilkan data yang menjadi dasar dalam menghitung kebutuhan bahan bakar secara lebih akurat.
Menurut Erwin, penghitungan konsumsi BBM tidak lagi hanya berdasarkan perkiraan, melainkan mengacu pada data pergerakan kendaraan yang terekam oleh sistem.
“Penghitungan kebutuhan BBM nantinya berbasis data hasil tracking kendaraan, sehingga kebutuhan bahan bakar bisa dihitung lebih akurat,” jelasnya.


Tidak ada komentar