google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Menurut Saifudin, Serbukatif akan diterapkan melalui berbagai aktivitas di lingkungan kampus. Mahasiswa akan diajak membuat serta memasang pesan-pesan positif di ruang kelas dan sejumlah fasilitas kampus.
Kampus juga menyiapkan buku saku yang memuat kalimat-kalimat positif untuk membantu mahasiswa menerapkannya dalam komunikasi sehari-hari.
Tak hanya itu, pendidikan karakter akan menjadi bagian dari penguatan program. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung setiap tiga bulan dengan menghadirkan narasumber eksternal untuk membahas etika komunikasi, pembentukan karakter, serta sikap mahasiswa.
“Kami ingin ini benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya menjadi slogan,” tegasnya.
Founder Gerakan Serbukatif, Yantie Rachim, mengatakan masuknya gerakan tersebut ke perguruan tinggi menjadi perkembangan penting setelah sebelumnya diterapkan di berbagai jenjang pendidikan.
Sejak diperkenalkan pada 2022, Serbukatif telah menyasar lingkungan TK, SD hingga SMP. Gerakan tersebut membawa misi membangun kebiasaan menggunakan bahasa positif sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih aman dari perundungan.


Tidak ada komentar