google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Ami menilai kegiatan ini layak karena memperkuat kebersamaan antara warga dan pemerintah. Ia berharap hubungan yang terjalin melalui kegiatan seperti ini dapat membangun rasa silaturahmi, sehingga masyarakat dan pejabat dapat saling mengenal. Dengan cara itu, Kota Bogor dan wilayah Bogor Raya dapat dirawat bersama melalui dukungan sosial yang lebih solid.
Warga lain, Eli dari Ciapus, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, juga mengaku rutin mengikuti Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahun. Ia mengungkapkan bahwa selain mengikuti kegiatan di rumah, ia kemudian turut hadir di Masjid Agung Al Isra karena melihat informasi dan menganggapnya sebagai kegiatan positif. Eli berharap momentum Maulid dapat terus menumbuhkan kebersamaan antarwarga untuk menjaga Kota Bogor.
Bagian sambutan Wakil Wali Kota Bogor tidak hanya membahas kepemimpinan dan ketertiban kota, tetapi juga mengajak jamaah memuliakan ibu. Jenal Mutaqin memperkenalkan sosok ibunda yang disebut selalu mendoakannya, sekaligus menjadi motivasi perjalanan hidupnya hingga kini. Ia menyampaikan bahwa doa seorang ibu memiliki nilai besar, bahkan ia mengaitkannya dengan perubahan peran dan tanggung jawab yang kini diembannya sebagai pejabat daerah.
Di akhir rangkaian, Jenal Mutaqin mengajak seluruh pihak untuk mendoakan Kota Bogor agar senantiasa dilindungi, serta mendoakan para pejabat agar amanah dan mampu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Dengan demikian, Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Kota Bogor tidak hanya merayakan kelahiran Nabi, tetapi juga menguatkan komitmen sosial, spiritual, dan tanggung jawab bersama dalam merawat persatuan.


Tidak ada komentar