google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Dedie menegaskan, Pasar Merdeka tidak akan menjadi pasar loak semata, melainkan mengusung konsep pasar bersih dengan perpaduan berbagai jenis usaha.
“Di sini akan ada sayur, buah, ikan, ayam, daging, kemudian juga onderdil dan loak. Bahkan kalau berkembang menjadi pusat kuliner juga sangat memungkinkan karena lokasinya sangat strategis,” jelasnya.
Saat ini, kata Dedie, pekerjaan yang masih berlangsung hanya berupa penyelesaian akhir bangunan, penataan area parkir, serta penguatan jaringan kelistrikan.
“Tinggal finishing. Area luar, parkir, kemudian penambahan gardu listrik yang sedang diajukan ke PLN. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera terpenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, Project Manager PT Firnie Alataz Malanihat (PT FAM), Martin Rustandi, mengatakan penyelesaian lantai dasar dan lantai satu ditargetkan rampung pada Agustus sehingga pedagang dapat mulai menempati pasar pada September.
“Prioritas kami saat ini adalah menyelesaikan lantai dasar dan lantai satu agar pedagang bisa segera masuk. Setelah itu baru pekerjaan area luar seperti parkir, fasilitas umum, dan sistem utilitas bisa diselesaikan karena saat ini masih digunakan sebagai lokasi penampungan pedagang sementara,” katanya.
Martin menjelaskan, selama proses pembangunan terdapat sejumlah tantangan karena proyek dilakukan dengan mempertahankan struktur bangunan lama.
“Di awal kami harus melakukan evaluasi dan perbaikan struktur karena bangunan lama tidak dibongkar total. Setelah itu baru dilakukan revitalisasi,” jelasnya.


Tidak ada komentar