google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Meski demikian, angka tersebut tidak berarti Pertamax sudah diputuskan naik menjadi Rp20.000 per liter. Pada saat yang sama, harga Pertamax yang berlaku di September 2026 masih sekitar Rp15.950 per liter di beberapa wilayah setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada awal September.
Selisih antara harga aktual saat ini dan kisaran yang disebut Eko cukup lebar. Karena itu, publik perlu membedakan antara proyeksi akibat kondisi pasar dan keputusan tarif resmi yang mengikuti mekanisme penetapan harga.
Di tengah kekhawatiran kenaikan, Pertamina Patra Niaga juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Eko menyebut stok BBM di terminal maupun SPBU dalam kondisi aman, sehingga pembelian impulsif berisiko mengganggu kelancaran distribusi.
Panic buying dapat membuat rantai pasok membutuhkan penanganan tambahan karena aliran BBM yang semula mengikuti pola konsumsi normal menjadi tidak teratur. Dampaknya bisa terasa di operasional lapangan, mulai dari penyesuaian pengiriman hingga pemulihan stok.
Stok BBM di terminal dan SPBU saat ini dalam kondisi aman.
Tekanan terbesar muncul bila harga minyak dunia terus bertahan pada level tinggi. Eko mengaitkan proyeksi harga BBM nonsubsidi dengan kondisi ketika minyak mentah tidak menunjukkan tanda penurunan, sehingga biaya energi yang menjadi basis perhitungan ikut tertekan.


Tidak ada komentar