google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Rudy meminta Pemerintah Kota Bogor dan masyarakat memahami keputusan tersebut. Penutupan dilakukan agar akses menuju lokasi dapat digunakan secara optimal untuk mobilisasi kendaraan pemadam, distribusi air, serta pergerakan petugas.
“Untuk pelayanan TPA Galuga hari ini, tanggal 08/09/2026, kami tutup selama satu hari. Supaya seluruh akses jalan yang menuju TPA Galuga betul-betul kita optimalisasi untuk distribusi air, untuk akses tim pemadam kebakaran,” jelasnya.
Terkait luas lahan yang terbakar, Rudy mengatakan pemerintah masih melakukan penghitungan. Data tersebut akan diperoleh melalui pemantauan menggunakan drone.
Begitu pula dengan penyebab kebakaran. Hingga dini hari, pemerintah belum dapat memastikan sumber api.
“Penyebabnya belum bisa kita simpulkan. Malam hari ini kita masih berfokus kepada pemadaman api supaya tidak menjalar lebih jauh lagi,” katanya.
Rudy juga mengungkapkan, pada hari yang sama terdapat 12 lokasi kebakaran di wilayah Kabupaten Bogor. Kondisi cuaca yang minim hujan dan musim kering yang berlangsung cukup panjang disebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
“Jangan membakar sampah sembarangan, jangan membuang puntung rokok sembarangan, perhatikan lingkungan kita bersama-sama. Jangan sampai hal kecil akhirnya berdampak besar dan merugikan masyarakat banyak,” pungkasnya.


Tidak ada komentar