google-site-verification: googlee764d4e3cb0d20cc.html

Masker medis Bogor 190.150 untuk cegah dampak abu vulkanik Anak Krakatau

Abdul Halim
7 Sep 2026 14:36
Kesehatan 0 6
3 menit membaca

Surveilans Dinkes Bogor pantau 6 indikator dampak abu vulkanik

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menjelaskan pihaknya telah mengantongi hasil surveilans harian dari 25 puskesmas se-Kota Bogor. Pemantauan difokuskan pada enam indikator terkait dampak abu vulkanik, meliputi ISPA, pneumonia, PPOK, asma, konjungtivitis, dan dermatitis.

Menurut data yang disampaikan Erna, total kasus keenam indikator tersebut tidak menunjukkan kenaikan jika dibandingkan pekan sebelumnya. Jumlah kasus tercatat turun dari 1.849 kasus pada 31 Agustus 2026 menjadi 1.669 kasus pada 7 September 2026.

Meski totalnya menurun, dua indikator yang dinilai relevan dengan pajanan abu justru naik. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) meningkat dari 24 kasus menjadi 31 kasus, sedangkan konjungtivitis atau iritasi mata naik dari 30 kasus menjadi 36 kasus.

Kenaikan PPOK dan konjungtivitis terkonsentrasi di beberapa wilayah puskesmas

Erna menambahkan bahwa peningkatan tersebut terkonsentrasi di beberapa wilayah kerja puskesmas tertentu, yakni Pulo Armyn, Mekarwangi, dan Gang Kelor. Informasi ini menjadi dasar untuk memperketat kesiapsiagaan di wilayah yang lebih berisiko mengalami lonjakan gejala terkait paparan abu.

Dengan pola surveilans seperti ini, pemerintah dapat mengarahkan sumber daya kesehatan secara lebih terukur, tidak hanya mengikuti tren umum kota, tetapi juga memperhatikan kantong-kantong peningkatan kasus pada area tertentu.

Langkah antisipasi: surveilans ditingkatkan, obat dan APD disiapkan

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Bogor meningkatkan intensitas surveilans di wilayah yang menunjukkan peningkatan indikator relevan. Pemerintah juga memastikan ketersediaan obat dan alat pelindung diri di seluruh puskesmas agar pelayanan tidak terganggu selama masa paparan abu berlangsung.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x